Di Mesir, peringatan `Asyura Dilarang Pemerintah

Menurut Kantor Berita ABNA, umat Syiah Mesir karena adanya tekanan pemerintah yang tegas mengeluarkan aturan pelarangan terhadap penyelenggaraan majelis-majelis duka Asyura karena alasan keamanan, tetap memperingati kesyahidan Imam Husain as dengan menyelenggarakan majelis-majelis duka secara diam-diam dan terlepas dari pengawasan pihak resmi keamanan negara.

Tentu saja aturan pelarangan pemerintah tersebut mendapat respon dan kritikan dari tokoh-tokoh Syiah Mesir. Diantaranya DR. Rasim al Nafisah, salah seorang cendekiawan muslim Syiah Mesir. Beliau berkata, “Syiar agama Allah, bukan hanya shalat dan puasa saja, namun juga Asyura merupakan salah satu diantara syiar-syiar agama ini. Umat Syiah di negeri ini dilarang untuk mengadakan majelis-majelis duka mengenang kesyahidan Imam Husain as karena alasan keamanan, bagi saya tidak logis. Karena pada saat yang sama, di Iran dan Irak melakukannya dengan besar-besaran dan terbuka dan tidak mengalami persoalan dari sisi keamanan.”

Sementara itu, Muhammad al Darini, ketua Majelis Tinggi Perhimpunan Ahlul Bait Mesir juga menyampaikan kritikannya dengan berkata, “Acara yang dibuat untuk mengenang perjuangan al Husain melawan kesewenang-wenangan, kezaliman dan tirani dilarang. Namun pemerintah tidak ada respon apapun dan diam saja, terhadap kezaliman dan perlakukan sewenang-wenang Israel terhadap penduduk sipil Palestina yang tidak berdosa.”

“Peristiwa penting yang terjadi di Karbala harus terus dikenang dan diperingati. Perjuangan al Husain melawan tirani memberi spirit kepada umat Islam untuk tidak diam saja terhadap perlakukan zalim yang menimpa orang-orang tua, perempuan dan anak-anak, seperti yang masih terus berlangsung di Palestina hingga hari ini.” lanjutnya. (daruttaqrib/Abna/sa)

No Response

Leave a reply "Di Mesir, peringatan `Asyura Dilarang Pemerintah"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.