Reportase `Asyura: Malam Tasyu`a (Malam Kesembilan Muharram)

Memerah darah di Karbala

Menepuk dada di `Asyura

Tepuk dada untuk Sayyidu Syuhada

Malam tasyu’a ini adalah malam yang genting bagi imam Husain as. Malam tasyu’a ini imam Husain as mencoba untuk menyempurnakan hujjah kepada para musuh. Begitulah perkataan ustadz Miqdad Turkan ketika menyampaikan ceramah beliau pada malam ke-9 (sembilan) dari bulan Muharram ini.

Pada, Malam ke-9 (sembilan) atau yang lebih dikenal dengan malam tasyu’a ini, para pecinta imam Husain as. di daerah Jepara dikumpulkan di ponpes Darut-taqrib Jepara. Tidak seperti malam-malam sebelumnya, hal ini dimaksudkan agar kekuatan para pecinta Ahlul Bait Jepara bisa menyatu setelah selama delapan malam sebelumnya dipupuk kekuatan itu di majlis aza’ di daerah masing-masing. Dan ‘saya bisa merasakan kekuatan itu, ketika antum semua (para ikhwan) berkumpul di sini (Masjid Imam Zaman afs, pesantren Darut-taqrib)’ tegas ustadz M. Ali dalam sambutan beliau selaku koordinator Muharram 1432 H.

Acara yang dimulai tepat jam 20.00 itu begitu khusyuk dan mengharukan. Tak jarang, tangisan hadirin terdengar di sela-sela acara. Tangisan para hadirin semakin membahana ketika ustadz Miqdad membacakan maktal setelah beliau mengakhiri ceramah beliau. Para hadirin seakan-akan dibawa kembali ke Karbala. Seakan-akan para hadirin menyaksikan imam Husain yang terpenggal kepalanya, maka tangisan mereka begitu nyata terdengar.

Setelah pembacaan maktal selesai, para hadirin diajak berdiri dan bersama-sama melantunkan maktam, banyak dari para hadirin yang masih mencucurkan airmata mereka dalam pelantunan maktam tersebut. Dalam kebersamaan mereka bersama-sama menyampaikan bela sungkawa lewat maktam yang dilantunkan oleh santri ponpes Darut-taqrib tersebut.

Acara yang ditutup dengan ziarah kepada imam Husain yang dipimpin oleh habib Ali al-attas itu, sanggup melunakkan hati para hadirin. Itu bisa dilihat dari tangisan mereka yang membahana dalam majlis aza’ tersebut. Semoga tangisan mereka bisa setidaknya mengurangi kepedihan az-zahra as selaku shohibul bala‘. (daruttaqrib/sa/alamsyah)

No Response

Leave a reply "Reportase `Asyura: Malam Tasyu`a (Malam Kesembilan Muharram)"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.