Reportase `Asyura: Hari `Asyura (10 Muharram)

Memerah darah di Karbala

Menepuk dada di `Asyura

Duka cita untuk Sayyidu Syuhada

Meski ‘asyura telah terjadi ribuan tahun lalu, tapi semangatnya masih begitu terasa hingga sekarang. Meski imam Husain as. telah syahid ribuan tahun lalu, tapi misi beliau masih bisa kita rasakan dan lanjutkan. Pada hari duka ini, tepatnya pada tanggal 10 Muharram ini, para pecinta imam Husain Jepara berkumpul di madrasah diniyah Al-hasanain Guyangan guna menyampaikan bela sungkawa kepada Rasulullah Saww, sayyidah Fathimah as, imam Ali dan imam Hasan serta seluruh ahlulbayt nabi.

Dalam sambutannya, ustadz Mukhlisin selaku ketua panitia acara tersebut, mencoba tuk meyakinkan para hadirin bahwa Rasulullah Saww dan ahlulbaytnya juga hadir dalam acara tersebut, meski kita tak mampu melihat mereka. Menurut beliau klaim ini tak lepas dari bukti-bukti yang telah ditemukan selama asyura digelar di seluruh belahan dunia.

Berbeda dengan malam tasyu’a dan asyura’, peringatan asyura ini dihadiri oleh hanya sebagian pecinta imam Husain as di Jepara. Hal ini bisa terjadi karena, di daerah Kauman Bangsri juga diadakan peringatan ‘asyura , disamping ada yang menghadiri `Asyura sejawa tengah yang di helat di GOR Jati diri, Semarang. Meski demikian, yang hadir lebih dari empat ratus lima puluh orang dan acara yang dimulai pukul 13.20 ini tetap khusyu’ dan penuh haru. Jumlah tidak berpengaruh pada niat. Hal ini terbukti dengan tangisan hadirin yang begitu menyayat hati sepanjang acara tersebut.

Pada acara tersebut, ustadz Alam Firdaus selaku penceramah mengingatkan kepada para hadirin agar jangan terlalu memerhatikan sisi kemadzluman imam Husain beserta keluarga serta sahabatnya saja, tapi kita juga harus memerhatikan sisi kemuliaan imam Husain as. Beliau menghimbau agar kita bisa lebih kritis ketika ada pembaca maktal atau pelantun maktam membacakan sejarah asyura yang nampaknya begitu mengiris hati (karena menceritakan kemadzluman) namun sebenarnya sejarah tersebut tidak pernah terjadi, dengan kata lain meski memerhatikan kemadzluman imam Husain itu penting, namun jangan sampai kita terbawa dalam kondisi yang telah menyimpang karena sifat berlebih-lebihan dalam memerhatikan sisi kemadzlumam imam Husain.

Hari itu, seakan alam pun tak mau kalah, ingin ikut bergabung menumpahkan kesedihannya. dengan suasana yang mendung disertai hujan rintik-rintik ustadz Alam menjelaskan bahwa aspek kemuliaan dan keagungan perjuangan Imam Husein paling kuat diantara aspek yang lainnya. sebagaimana sikap Imam tidak mau berbaiat dengan Yazid yang sudah terang-terangan melakukan kemaksiatan dan kekufuran. banyak hadist yang Imam Husein katakan tentang kemuliaannya, salah satunya adalah ” Kematian bagiku lebih baik dari pada hidup terhina” dan kemuliaan yang dimaksud dan ditunjukkan  Imam bukanlah gengsi, misalnya tidak punya hp keren, atau lainnya yang bersifat duniawi, akan tetapi kemuliaan yang dimaksud adalah ketaqwaan. sebagaiman Imam Ali menjelaskan “Tidak ada kemuliaan yang lebih baik dari pada ketaqwaan”.

Acara yang juga diisi dengan pembacaan puisi dan lantunan maktam oleh murid-murid madrasah diniyah Al-hasanain Guyangan itu, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan maktal oleh ustadz Bunari. Kali ini, tangisan tak terhindarkan dari ustadz Bunari sendiri, hingga para akhwatpun menangis. Sungguh mengharukan, ketika ustadz Bunari meminta hadirin untuk bersama-sama menyampaikan salam kepada imam Husain as dan keluarga serta sahabat  beliau yang gugur di medan perang.

Dilanjutkan dengan lantunan maktam oleh santri ponpes Darut-taqrib, acara yang selasai pada sore hari itu, ditutup dengan ziarah kepada imam Husain as yang dipimpin oleh ustadz M. Ali.

‘Semoga Allah mengagungkan pahala kita atas musibah yang menimpa kita berkenaan dengan dibantainya imam Husain as. Semoga Allah menjadikan kami dan kalian sebagai penuntut darahnya bersama waliNya al-qoi’m dari keturunan Muhammad Saww’. (daruttaqrib/Alamsyah/Rohimat/Ummi`s/sa)

No Response

Leave a reply "Reportase `Asyura: Hari `Asyura (10 Muharram)"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.