Reportase `Asyura: Malam Ketujuh Muharram

Memerah darah di Karbala
Menepuk dada di `Asyura
Duka cita untuk Sayyidu Syuhada


TPQ al Hasanain, Guyangan

Amar ma’ruf wa nahi munkar merupakan salah satu bagian dari Furu’uddin (Cabang-cabang agama). Hal itu merupakan kewajiban bagi kita sebagai kaum muslimin untuk menegakkan amar ma’ruf wa nahi munkar. Dan seseorang berdosa apabila ia tidak melakukan hal itu. Bahkan orang yang tidak melakukannya sama saja seperti mayat hidup.

Dimalam ke tujuh ini, kami meliput majlis ‘Aza di Madrasah Al-Hasanain Guyangan Jepara, dengan cuaca yang cukup terang, dan makin banyaknya ikhwan wal akhwat yang hadir. Kini giliran Ust.Mukhlisin  memberikan ceramah intinya dengan tema “Amar ma’ruf wa nahi munkar”. Beliau mengingatkan kepada kita tentang pentingnya kita melakukan amr ma’ruf wa nahi munkar itu, dengan melalui tingkatan-tingkatannya yaitu dengan hati kemudian dengan lisan kita, dan apabila dengan lisan tidak bisa, maka harus dengan tangan (perbuatan) kita.

Beliau pun memberikan perumpamaan amar ma’ruf wa nahi munkar yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim as yang menghancurkan berhala-berhala yang disembah oleh umatnya saat itu. Dan Nabi Musa as yang memerangi Fir’aun dan Qorun. Begitu juga dengan Rasulullah Saww dan keluarga sucinya. Kita lihat imam Husain as. beliau yang berangkat menuju Karbala tidak lain adalah untuk meneggakkan amar ma’ruf wa nahi munkar dikarenakan pada saat itu kemungkaran tengah merajalela dan agama Islam pun diambang kehancuran.

Imam Ali Khamene’i mengatakan bahwa untuk di masa sekarang perlawanan yang terbaik dalam memerangi musuh-musuh Allah adalah dengan meringankan beban saudara-saudara kita.

Setelah beliau menyampaikan ceramahnya dilanjutkan dengan sya’ir maktam oleh santri DATA, setelah itu maqtal dan doa ziarah dibawakan oleh Ust.Nur Alim sekaligus penutup.(Rohimat)

Mushala H. Zabidi al Mahdi, Krasak

Dimalam ke tujuh yang sejuk ini, majlis aza‘ di Mushola Zabidi Al-Mahdi dimulai tepat jam 19.00 WIB. Seperti malam-malam sebelumnya, majlis pun dimulai dengan basmalah, dilanjutkan kalam Ilahi dan tawasul. setelah itu, majlis pun dilanjut dengan persembahan untuk Imam Husein as. berupa ma’tam dan puisi.

Malam itu, majlis diisi ceramah oleh ustadz Haidar Alaydrus. Dalam kesempatan itu, beliau menjelaskan tentang macam-macam tujuan hidup yang melatar belakangi sikap dan perilaku yang diambil dalam kehidupan sehari-hari. Dan Yazid beserta pengikutnya adalah orang yang tujuan hidupnya karena mengikuti hawa nafsunya. Ingin kekuasaan dan harta atau bisa dibilang karena cinta dunia yang berlebihan. Sedangkan Imam Husein as. beserta pengikutnya mempunyai tujuan hidup hanya untuk mencari ridho Allah.

Malam itu beliau berharap agar kita yang hadir di majlis ini dapat meniru Imam Husein as. yang mempunyai tujuan hidup karena Allah SWT. Dalam setiap kehidupan kita, berusaha sekuat tenaga, pikiran, dan semuanya untuk membantu Imam Husein karena panggilan Imam Husein “Hal min nasirin yansuruni” itu tak mengenal waktu dan zaman tapi selalu bergema hingga akhir zaman, begitulah tutur beliau.

Dan beliaupun mentup ceramahnya agar kita bisa menjaga ikatan persatuan umat dan sama-sama merenungkan apa yang telah kita lakukan dan berusaha untuk menjadi lebih baik.

Ceramah beliau begitu singkat tapi sangat berarti dalam kehidupan kita sehari-hari. Majlis pun akhirnya ditutup dengan ziarah kepada Imam Husein as. yang seakan-akan kita menghadap kepada Imam Husein as. dan berjanji untuk senantiasa membantu beliau. (Ummi`s)

Pesantren Darut Taqrib, Jepara

Di malam yang ketujuh, seperti biasa para ikhwan dan akhwat berdatangan ke majelis ‘aza untuk mengenang hari di mana cucu nabi yang di bunuh oleh umatnya sendiri.

Seperti biasa acara di mulai pukul 20.00 Wib. dan malam ketujuh ini ceramah inti di sampaikan oleh ustd Muhammad Ali. Beliau menyampaikan tentang kandugan doa’ Ziarah Waris. Dengan meresapi kandungan ziarah yang beliau sampaikan, maka pendengar yang hadir pun meresapi ceramah yang disampaikan. Setelah beliau selesai dalam menyampaikan ceramahnya, untuk mengingat kembali tragedi di padang Karbala beliau membacakan sedikit maqtal. Dalam pembacaan maqtal ini ikhwan dan akhwat larut dalam suasana yang haru sehingga mereka meneteskan air mata kesedihan.

Setelah pembacaan maqtal selesai acara dilanjutkan dengan lantutan syair-syair atau elegi kesedihan yang indah dan sering di sebut dengan Ma’tam. Di penghujung acara ustd membacakan doa’ ziarah yang di tujukan kepada Al Imamul Husain dan sekaligus sebagai penutup acara pada malam ketujuh ini. (Lutfi)

(daruttaqrib/sa)

No Response

Leave a reply "Reportase `Asyura: Malam Ketujuh Muharram"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.