Reportase `Asyura: Malam Ketiga

No comment 551 views

Memerah darah di Karbala

Menepuk dada di `asyura

Duka cita untuk Sayyidu Syuhada



TPQ al Hasanain, Guyangan.

Para pecinta Imam Husain as. hadir dengan seketulus hati, itu mereka lakukan demi kecintaanya pada  Imam Husain as. Mereka mendengarkan dengan sangat antusias ketika Habib Ali Al Attas mennyampaikan ceramahnya dengan Tema: “Imam Husain as Sebagai Simbol Keberanian”

Beliu mengatakan bahwa gerakan Imam Husain as bisa membangkitkan semangat juang untuk berjihad dijalan Allah. Dan menjadikan umat manusia yang sebelumnya lemah menjadi kuat dan pemberani.

Walau gerakan tersebut harus mengorbankan harta, anak-anak kecil, para sahabat beliau dan juga jiwa raga beliau sendiri, itu semua beliau lakukan demi melanjutkan misi imam Ali as. dan juga demi kembalinya Agama yang di bawakan datuknya yaitu Rasulullah saw menjadi Agama yang mulia kembali.

Sehingga setelah kejadian tersebut  banyak para ulama dan orang yang beriman mengambil pelajaran dari gerakan beliau seperti: Imam Khumaini, kita mengetahui bahwa beliau tidak pernah memegang atau mengangkat senjata, tapi beliau bisa mengalahkan dan menggulingkan raja  yang dzolim pada waktu itu. Karena beliau belajar dari sebuah gerakan  Imam Husain as. Tak hanya itu Hizbullah adalah sebuah partai kecil yang di pimpin oleh Sayyid Hasan Nasrullah, tapi mereka bisa  mengalahkan penjajah Palestina yang memiliki militer terkuat di dunia,  yaitu Israel. Karena Sayyid Hasan Nasrullah juga belajar tentang kesyahidan seperti yang  di alami Imam  Husain as, sehingga saat mereka berperang mereka selalu mengumandangkan kata-kata “LABAIKA YA HUSAIN,LABAIKA YA HUSAIN,LABAIKA YA HUSAIN.”

Waktu pun menjelang  larut malam, acara malam itu  dilanjutkan dengan lantunan ma`tam oleh santri  Darut Taqrib, dan ditutup dengan do’a  dan ziarah imam Husain as.(Ali Mashuda)

Mushala H. Zabidi al Mahdi, Krasak

“Ayo Mah…cepet selesain bukanya, sudah jam tujuh!!!” begitulah ujar kak Bagir dengan semangat 45nya di malam ketiga Muharom. padahal waktu belum menunjukkan pukul tujuh malam. akhirnya kami pun cepat-cepat menyelesaikan buka dan bergegas menuju Mushola. Lagi-lagi dengan semangatnya kak Bagir membuka majlis yang masih hanya berapa orang saja yang hadir waktu itu. setelah dibuka kak Bagir pun melanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dan dilanjut dengan persembahan untuk Imam Husein berupa puisi dan ma’tam. Kak Syarip pun protes dengan polosnya, “Lo ko om Bagir trus???” Ya memang kebetulan malam itu tugas keluarga ka Bagir yang mengatur dan menyiapkan segala keperluan majlis.

Setelah ma’tam selesai, majlis pun dilanjutkan dengan bertawasul kepada Rosulullah dan Ahlul Bayt yang suci yang dipimpin oleh mbak Jamilah, istri ka Bagir. setelah satu persatu manusia suci kami panggil dan kami mengungkapkan segala hajat kami, majlis pun dilanjutkan dengan ceramah inti yang disampaikan oleh ust. Nur Alim.

Dalam kesempatan itu, ustadz Nur Alim memberikan kita ceramah tentang jihad dan hijrah. yang mana keduanya itu sangat penting untuk menuju Allah swt. jihad dan hijrah tidak hanya dilakukan oleh Imam Husein, keluarganya dan sahabat-sahabatnya tapi juga dilakukan oleh pihak lawan yaitu oleh Al-Hur Arriyahi dan anaknya Ubaidillah bin Hurr. mereka telah berhijrah dan berjihad kepada hal yang baik, berwilayah kepada Imam Husein dan kemudian membela beliau.

Pertanyaan yang besar dalam diri kita sekarang, “Apakah kita semua sudah bisa berhijrah?” hijrah yang dimaksudkan untuk kita adalah hijrah melawan hawa nafsu kita, merelakan semua dan berkorban kepada hal yang baik secara ikhlas.

Di malam yang tenang itu, ust. Nur Alim melanjutkan ceramahnya dengan memberikan kita maqtal singkat perjuangan Imam Husein, keluarganya dan sahabatnya. maqtal beliau begitu semangat dan membangkitkan emosi sehingga seakan akan kita hadir dan ikut berada dalam medan laga Karbala’….wa Husainah…wa Syahidah…wa Ghoribah…..ya Husein…. terdengar suara parau tangisan para hadirin di malam itu.

Setelah maqtal selesai, ustadz Nur Alim pun menutup ceramahnya dengan menghimbau agar kita semua dapat berhijrah dan berjihad menlawan hawa nafsu kita. amin

Majlis pun akhirnya ditutup dengan berziarah kepada Imam Husein as. (Ummi`s)


Pesantren Darut Taqrib, Jepara

Dalam menghidupkan semangat perjuangan dan pengorbanan Imam Husain as, kita senantiasa dibumbui dengan seruan bara syahadah, sehingga menggugah hati kita dalam meneruskan misi Imam Husain as.

Alhamdulillah untuk malam ketiga, acara yang dilaksanakan di Ponpes Darut-Taqrib Jepara, semakin hari ikhwan wal akhwat pun semakin antusias dan bertambah banyak.

Susunan acara pun sama seperti biasanya, akan tetapi yang membedakan adalah semangat sang penceramah yang disampaikan oleh Habib Ja’far Assegaf. Beliau dengan semangatnya menyampaikan tema yang beliau sampaikan berkaitan dengan “ Riwayat Ahlus sunnah tentang Imam Husain as ”

Beliau mengatakan bahwa banyak sekali riwayat-riwayat yang tertulis dalam kitab-kitab Ahlus sunnah mengenai Imam Husain as, sehingga perlu sekali adanya pengkajian khusus yang berkaitan tentang hal itu. Salah satu riwayat dari mereka tentang langit memerah dan menangis, mereka mengatakan bahwa; Apabila seorang mukmin meninggal dunia, maka selama 40 hari langit pun menangis. Lalu bagaimana dengan Imam Husain as. bahwa beliau adalah Sayyidu Syuhada apakah langit tidak menangisinya? Begitu juga merahnya langit dikarenakan kemarahannya terhadap orang yang telah membunuh Imam Husain as.

Begitu banyak riwayat yang beliau sampaikan dari kalangan Ahlus sunnah sehingga tak mungkin untuk disampaikan disini. Dan terakhir beliau menyampaikan fadloil (keutamaan) daripada Imam Husain as. yakni bahwa Imam Husain as adalah cahaya penerang dan bahtera keselamatan.

Setelah ceramah, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan maqtal oleh beliau sendiri. Dilanjutkan dengan maktam dan terakhir  ziarah kepada Imam Husain as.(Rohimat)

(daruttaqrib/sa)

No Response

Leave a reply "Reportase `Asyura: Malam Ketiga"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.