Reportase `Asyura: Malam Kedua Muharram

Memerah darah di Karbala

Menepuk dada di `Asyura

Duka cita untuk Sayyidu Syuhada


TPQ al Hasanain, Desa Guyangan

Masih dalam suasana Muharram, untuk malam kedua kali ini kami meliput majlis ‘Azza di Guyangan yang belokasi di Madrasah Al-Hasanain. Susunan acara disini pun sama dengan majlis ‘Azza di Ponpes Darut-Taqrib. Acara dimulai pukul 20.00 WIB-Selesai. Akan tetapi akhwatnya lebih dominan dari pada ikhwan dan kebanyakan dari mereka yang hadir adalah para pemuda.

Penceramah inti malam kedua ini adalah ust. Mukhlisin dan tema yang beliau sampaikan perihal “Rasa Cinta kepada Imam Husain as”. Beliau menyampaikan pesan kepada kita untuk selalu tetap mencintai Rasulullah saww dan Ahlulbaitnya. Dikarenakan kecintaan kepada merekalah kita mencintai Allah SWT. Dan jangan sampai kita menjadi seorang pembenci Ahlulbait as, na’udzubillah. Maka kita sebagai umatnya harus bertawali (berwilayah kepada Ahlulbait Nabi Saww) dan berbaroah kepada musuh-musuhnya.

Setelah beliau menyampaikan ceramahnya, dilanjutkan dengan lantunan syair-syair maktam oleh santri-santri pesantren Darut Taqrib yang ditugaskan, kemudian pembacaan maqtal oleh ust.Nur Alim sekaligus doa ziarah dan penutup.(Rohimat)

Mushola H. Zabidi al Mahdi, Krasak

Begitu pentingnya meraih kehidupan yang hakiki, itulah prolog majlis aza’ yang diungkapkan pada malam kedua Muharom di Mushola Zabidi Al-Mahdi. Walaupun yang hadir baru beberapa orang, tepat jam 19.00 wib, Majlis pun di tetap dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjut dengan persembahan kepada Imam Husein as berupa puisi dan ma’tam. Malam itu tampak bingung dan canggung saat persembahan dilantunkan, dirasakan begitu asing di telinga yang mendengarkannya, dikarenakan ma’tam malam itu, baru dan merupakan hadiah khusus untuk Imam Husein.Setelah itu, untuk lebih memeberi tali ikatan kita pada insan-insan suci, majlis pun diisi dengan tawasul kepada Rosulullah dan Ahlul Baytnya yang suci.

Satu, dua orang, Dan seterusnya bergantian, akhirnya pun banyak yang hadir dalam majlis tersebut. Setelah meminta hajat kita masing-masing di penghujung tawasul, majlis pun dilanjutkan dengan ceramah inti yang disampaikan oleh ustadz Alam Firdaus.

Malam itu, ustadz Alam menjelaskan tetang pentingnya menerima nasehat. Karena dengan nasehat yang kita terima, kita dapat mengambil manfaat baik di dunia maupun di akhirat. Dari kisah Imam Husein waktu itu, beliau memberi nasehat kepada Umar bin Saad dan juga pasukan Yazid yang lainnya, tapi hati mereka telah tertutup nasehat sehingga mereka rela memerangi sebuah kebenaran. Dan hanya Al Hur yang hatinya terbuka menerima nasehat Dan berpindah membela Imam Husein. Dari situ dapat disimpulkan bahwa nasehat merupakan pertaruhan antara surga dan neraka.

Dengan angin malam yang sepoi-sepoi, ustadz pun memberikan hal-hal yang membuat hati kita tertutup, Dan enggan menerima nasehat yaitu :

  1. Karena memakan sesuatu yang haram.
  1. Kecintaan pada duania yang berlebihan.

Ustadz pun menghimbau kepada kita agar berhati-hati dalam menggunakan harta yang kita peroleh, karena ketika belum di zakati Dan di humusi berarti kita juga memakan hal yang haram yang merupakan hak orang lain. Selain itu ustadz pun menghimbau agar kita tidak hanya berlepas diri dari orang yang jahat seperti musuh Imam Husein, tapi juga berlepas diri dari perbuatan mereka.

Walaupun ada beberapa anak kecil yang ikut sudah terlihat mengantuk, mereka tetap semangat mendengarkan ceramah dan menunggu hingga majlis selesai, akrinya sebagai akhir ceramah beliau, ustadz pun memberikan hal-hal yang dapat melembutkan hati kita, sehingga kita dapat menerima nasehat, yaitu :

  • Selalu yakin akan pengawasan Allah dalam setiap perbuatan kita, sehingga dengan itu kita tak akan berani melakukan dosa dan maksiat sehingga mudah menerima nasehat dari orang lain.
  • Selalu mengingat hari akhir, tapi yang terpenting adalah tidak hanya mengingat sesudah itu selesai tapi juga, apa reaksi kita, perbuatan kita setelah kita mengingat kematian.
  • Sering bermunajat kepada Allah, curhat dengan Allah, berdialog dengan Allah Dan menganggap Allah adalah sahabat terbaik kita.
  • Banyak membaca Al-Qur’an.

Setelah itu, ustadz Alam pun menutup ceramahnya dengan bertawasul kepada Imam Husein, keluarganya, dan pengikut-pengikutnya yang setia. Majlis pun ditutup dengan berziarah kepada Imam Husein as.(Ummi`s)

PESANTREN DARUT TAQRIB, JEPARA

Sudah merupakan tradisi Ahlulbayt, bahwasannya seorang pecinta Ahlulbayt haruslah mengadakan majlis `aza imam Husain as di 10 hari awal bulan Muharram.

Dan hari ini (07/01) adalah malam ke-2 (dua) dalam memperingati tragedi asyura itu. Diisi dengan ceramah oleh ustadz Miqdad Turkan, dan para hadirin tampak begitu khusyuk mengikuti jalannya acara.

Ada poin penting yang harus dimiliki pecinta imam Husain as di seluruh dunia, menurut ustadz Miqdad Turkan, yaitu harus adanya hubungan secara emosional (batin) dengan imam Husain as.

Dalam acara yang diadakan di Masjid imam Mahdi afs itu (pesantren Darut Taqrib, Jepara), ustadz Miqdad juga menekankan betapa pentingnya majlis aza’ imam Husain seperti ini. Semoga tangisan kita tak hanya dalam ‘acara’ saja. Semoga selepas acara tangisan kita masih terdengar hingga bulan Muharram pergi dan berganti bulan-bulan yang lainnya, begitulah beliau mengakhiri ceramahnya.(Alamsyah)

(daruttaqrib/sa)

No Response

Leave a reply "Reportase `Asyura: Malam Kedua Muharram"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.