Konspirasi Modern Pentagon dan Wikileaks!

Terkait ribuan dokumen rahasia negara Amerika Serikat, yang dibocorkan oleh Wikileaks, menimbulkan pelbagai pertanyaan. Seberapa aman sistem komputer negara Super Power hingga dokumen rahasianya bisa bocor? Berikut ini penyebab kebocoran tersebut, Anda boleh percaya boleh tidak.

Bradley Manning saat ini menjadi satu-satunya tertuduh sebagai biang pembocor rahasia negara AS di Wikileaks. Manning adalah analis intelijen dalam kelompok yang memiliki akses langsung ke segala data yang berhak mereka lihat. Termasuk aliran informasi intelijen di seluruh dunia yang tergabung di Joint Worldwide Inteligence Communications System / JWICS dan jaringan komputer Kementerian Pertahanan AS untuk informasi sangat rahasia (Top Secret).

Manning juga memiliki akses ke jaringan informasi lain yaitu Secure Internet Protocol Router Network (SIPRNet) serta server khusus untuk dokumen rahasia Pentagon. Di Amerika Serikat, ada perbedaan signifikan antara dokumen ‘Secret’ dan ‘Top Secret’.

Mengunakan password dan pengetahuan soal perputaran nomenklatur, setiap analis intelijen bahkan jika mereka sedang duduk santai di Irak dapat mengakses semua bagian dari data. Bagiannya sendiri diklasifikasikan berdasarkan tingkat akses yang diperbolehkan untuk dibuka.

Analis juga diberikan dokumen yang selalu diperbarui, seperti daftar informasi mana saja yang boleh diakses oleh semua unit operasi militer dan desain email. Daftar itu dapat diakses melalui jaringan data Joint Schiefs of Staff yang tidak diamankan dan dapat diakses.

Daftar dokumen lain juga menunjukakn rute semua email yang muncul berdasarkan lokasi, meskipun tidak diinformasikan secara langsung. Misalnya saja, tempat uji coba Angkatan Udara di ‘Area 51’, dekat Las Vegas.

Informasi dan data intelijen tingkat Top Secret tidak dapat ditransfer dari komputer dengan mudah. Untuk mengirim informasi dari SIPRNet ke jaringan biasa (unclassified), analis seperti Manning harus menggunakn komputer yang disebut SNAP. Sekitar 1.500 SNAP dioperasikan di Irak dan Afganistan, berdasarkan keterangan perusahaan yang membangun SNAP, TeleCommunications System.

SNAP merupakan singkatan dari SI-NIPR Access Point memungkinkan siapapun mengubah data dari kelas ‘rendah’ ke ‘atas’ atau sebaliknya. Selanjutnya, jika sudah diubah ke jaringan biasa (unclassified), informasi tersebut dapat ditransfer ke stick drive, CD atau email dengan mudah.

Pertanyaannya, bagaimana Manning mendapatkan akses ke kabel diplomatik yang termasuk rahasia? Informasi tersebut dikirim lewat email dalam bentuk PDF di jaringan Kementerian Luar Negeri yang disebut ClassNet, namun disimpan dalam bentuk PST di server sehingga mudah dicari.

Semua analis memiliki akses untuk mengunduh data PST dan mengubah ke bentuk SNAP atau memindahkan ke CD kemudian menghapus log server yang memungkinkan penyelidik mendapatkan informasi apa saja yang dilakukan analis.

Namun, Analis pada dasarnya terbiasa mengunduh dan mengakses data dengan kapasitas besar. Jadi apa yang dilakukan Manning tidak terlihat mencurigakan. Benarkah sedemikian mudah dan rapuh sistem security Pentagon? Atau ini hanyalah akal-akalan Gedung Putih untuk merebut simpati dunia internasional dari kolaps? Jika sedemikian mudahnya, mengapa hanya Julian Assange yang mendapatkanya? Yang lain tidak?

Lalu, server Wikileaks sebagai pusat penyimpanan data ada di seluruh Eropa termasuk di pusat data yang dijalankan operator Swedia, PRQ dan Bahnhod. Jika Amerika merasa kecolongan dengan pembocoran Wikileaks, mengapa server Wikileaks tidak ditutup? Bukankah tindakan Wikileaks sudah merusak rahasia negara?

Lalu buat apa Amerika mendikte Indonesia soal pelatihan “investigasi” dan “penggunaan teknologi canggih” dalam menelusuri praktik korupsi dengan tehnologi modern? Wallahu A’lam. (daruttaqrib/Islam Times/sa)

No Response

Leave a reply "Konspirasi Modern Pentagon dan Wikileaks!"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.