ICG Jual Dagangan Baru; “Kristenisasi” dan “Intoleransi”

Mereka percaya — dan ingin publik Indonesia percaya — kalau toleransi keberagamaan telah “merenggang” dan berpotensi memicu konflik yang besar. Tapi mereka lupa kalau di Sulawesi Utara, orang Yahudi kini berbangga dengan hadirnya sebuah Menorah 19 meter, yang tertinggi di seluruh dunia.

Bertahun-tahun lepas menyalakan alarm kecemasan orang banyak seputar “jaringan-jaringn teroris di Indonesia”, International Crisis Group [ICG] pekan ini 24 Nov 2010, seperti berbalik arah dan mulai mendengungkan “ancaman” lain yang tak kalah seram: “intoleransi” dan “Kristenisasi”.

Dalam sebuah naskah penelitian setebal 20 halaman, ICG bilang kelompok-kelompok “Islam fundamentalis” telah menggunakan dalih “Kristenisasi” untuk memobilisasi massa dan menyerang lawan-lawannya. Sebaliknya, katanya, “kuat dugaan” juru-juru dakwah Kristen berupaya menggaet pengikut di wilayah-wilayah padat Muslimin.

Berbasis di Brussels, Belgia, ICG mendasarkan “hasil penelitiannya” pada sejumlah kasus “intoleransi”, utamanya bentrok antarwarga terkait pendirian sebuah gereja di Bekasi sejak 2008.

“Pemerintah Indonesia perlu menyiapkan sebuah strategi untuk mengatasi perkembangan intoleransi beragama, karena tanpa itu, yang punya massa besar yang berkuasa,” katanya.

Tapi membaca detil laporan ICG, praktis tak ada yang baru. Bahkan ada kesan kuat, lembaga tersebut hanya ‘menjahit’ berbagai laporan media massa ihwal bentrok antar warga di sejumlah tempat, dari Bekasi hingga Poso di Sulawesi Tengah.

Laporan itu juga terlihat lemah karena gagal mengungkap fakta penting toleransi yang tumbuh subur di seluruh negeri jauh.

Di Manado, Sulawesi Utara, misalnya, warga Islam dan Kristen hidup berdampingan dengan mesra. Beberapa laporan media belakangan menyebutkan toleransi di kawasan mayoritas Kristen itu begitu kuatnya hingga Yahudi, agama yang tak pernah diakui secara resmi oleh negara, bisa mendapatkan tempat.

Laporan pers lokal menyebutkan kalau pemerintah daerah di Air Madidi, lepas kota Manado, telah mengeluarkan uang pajak rakyat sekitar Rp 3 miliar sejak 2008 untuk mendirikan sebuah Kaki Kian atau Menorah dalam tradisi agama Yahudi.

Berdiri di kaki Gunung Klabat di ketinggian 615 meter dari permukaan laut, Menorah itu berukuran raksasa. Tingginya 19 meter dan dapat terlihat oleh orang banyak dari Kota Manado dan sebagian Minahasa Utara.

Masih dari laporan koran lokal, seseorang warga Manado yang menyebut dirinya Rabbi Yaakov Baruch mengatakan Menorah di Air Madidi itu yang terbesar di seluruh dunia.

Sang Rabbi, usianya masih 25 tahun dan lahir dengan nama asli Toar Panggilingan, juga berkata kalau Menorah di Air Madidi itu mengalahkan Menorah serupa setinggi lima meter di depan Knesset – gedung parlemen Zionist Israel di tanah terjajah bangsa Palestina. . [daruttaqrib/Islam Times]

No Response

Leave a reply "ICG Jual Dagangan Baru; “Kristenisasi” dan “Intoleransi”"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.