Kapolri Timur Pradopo dan Kelompok “Radikal”

Jika media adalah medan pertempuran, Front Pembela Islam nampaknya selalu menjadi pihak yang terpojok di banyak kegiatan mereka sendiri. Terakhir kali adalah penentangan keras mereka atas festival film gay dan lesbian yang disponsori sejumlah kedutaan asing di Jakarta.

Dalam beberapa tahun terakhir, kalangan media, asing maupun lokal, kian sering menyebut dalam berita mereka kalau organisasi berusia 12 tahun itu sebagai “kelompok garis keras”, “fundamentalis”, “radikal”, dan “cenderung pada beragam bentuk kekerasan”. Tapi jika pernyataan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (waktu itu masih calon), Jenderal Timur Prodopo waktu itu di gedung dewan dan dibeberapa tempat, justru FPI yang nampaknya memenangkan peperangan.

Menjawab pertanyaan kalangan wartawan, Timur kala itu bilang dia akan merangkul semua pihak yang bisa membantu memelihara keamanan masyarakat, termasuk FPI.

Timur nampaknya berbicara tentang sesuatu jamak dilakukan pimpinan polisi sebelumnya. Tapi nada penentangan telah terbaca di beberapa media lepas itu.

Orang mungkin sudah lupa kalau lima bulan lalu, saat Kerusuhan Koja meletus, saat Jakarta seperti diambang rusuh massal, tak ada pejabat pemerintah daerah, pejabat polisi, bahkan militer yang bisa menenangkan ribuan massa yang mengamuk. Satu-satunya orang yang bisa saat itu adalah Habib Rizieq Syihab, bos besar FPI, yang dalam kondisi sakit dan punggung tangan masih tertancap mata infus, turun ke lokasi dan memenangkan massa dan berhasil. Tabik buat Habib Rizieq.

Sekarang Timur Pradopo resmi menjadi Kapolri, menjabat pucuk pimpinan polisi, Pradopo harus mendorong anak buahnya untuk lebih dekat dengan masyarakat. Pendekatan bisa dilakukan dengan cara-cara elegan, dialogis dan beradap dalam setiap penanganan aksi massa, termasuk mahasiswa dan kelompok “garis keras”.

Yang jelas, polisi harus menanggalkan cara-cara lama dan anarkis dalam menghadapi aksi-aksi massa.

Lalu, apakah Jenderal Kapolri Timur Pradopo siap tempur dengan media massa dan  kelompok-kelompok lain yang antipati terhadap FPI?[darut-taqrib/on]

Wallahu A’lam

Gambar detik.com

No Response

Leave a reply "Kapolri Timur Pradopo dan Kelompok “Radikal”"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.