Pesan Tertulis Rahbar Terkait Pelecehan Terhadap Al-Qur’an

Bismillahirrahmanirrahim

Allah Swt berfirman,

??? ??? ????? ????? ? ??? ?? ???????

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Dzikr ini (al-Qur’an) dan Kamilah yang akan selalu menjaganya.” (Q. S. Al-Hijr: 9)

Bangsa Iran dan umat Islam yang besar!
Tindakan gila yang berupa pelecehan keji dan menjijikkan terhadap al-Qur’an al-Karim di Amerika Serikat yang berlangsung di bawah pengamanan polisi negara itu adalah satu peristiwa pahit dan kejadian yang besar. Aksi ini tidak bisa dipandang semata-mata sebagai tindakan bodoh yang dilakukan oleh sekelompok orang brutal dan bayaran. Aksi ini adalah tindakan yang sudah diprogram oleh pusat-pusat yang sejak beberapa tahun terakhir telah menyusun dan menjalankan kebijakan Islamphobia dan permusuhan terhadap Islam. Mereka telah menggunakan ratusan modus dan ribuan sarana propaganda dan operasional untuk melawan Islam dan al-Qur’an.

Peristiwa ini adalah satu lagi bagian dari mata rantai tindakan keji yang dimulai oleh si ‘Murtad’ Salman Rushdie lalu dilanjutkan dengan pembuatan karikatur pelecehan dan produksi puluhan film penghinaan terhadap Islam di Hollywood. Sekarang, mata rantai aksi-aksi keji itu sampai pada pementasan drama yang menjijikkan ini. Siapa dan apakah yang berada di balik aksi-aksi kejahatan itu?

Dengan menilik proses terjadinya kejahatan seperti ini dalam beberapa tahun belakangan yang diwarnai dengan operasi sarat kekejaman di Afghanistan, Irak, Palestina, Lebanon dan Pakistan, tak ada lagi keraguan untuk menyatakan bahwa pihak yang bertanggung jawab menyusun agenda dan menginstruksikan pelaksanaan kejahatan ini adalah sistem kuasa dan kamar-kamar pemikiran Zionis yang punya pengaruh kuat di dalam pemerintahan AS serta badan-badan keamanan dan militernya, juga pengaruh kuat mereka di dalam pemerintahan Inggris dan sejumlah negara Eropa. Mereka itulah pihak-pihak yang semakin kuat dugaan akan keterlibatannya dalam serangan terhadap Menara Kembar 11 September 2001. Penyelidikan lembaga-lembaga independen hari demi hari kian mengarah kepada keterlibatan mereka dalam serangan tersebut. Peristiwa tersebut telah menjadi alasan bagi Presiden AS saat itu yang dikenal kejam untuk menggelar serangan ke Afghanistan dan Irak dengan mengumumkan ‘Perang Salib’. Berdasarkan berbagai informasi akurat, orang itu pula yang kemarin menyatakan bahwa dengan masuknya Gereja ke tengah medan, maka skenario Perang Salib telah sempurna.

Tujuan dari tindakan keji yang baru saja terjadi itu adalah untuk menyeret masyarakat Kristen secara umum ke medan permusuhan terhadap Islam dan umat Muslim. Dengan terlibatnya Gereja dan para pendeta mereka berharap akan terjadi benturan berbau sentimen agama dan fanatisme. Sementara di sisi lain, aksi termasuk dimaksudkan untuk memancing emosi dan melukai perasaan bangsa-bangsa Muslim supaya mereaksinya dengan kemarahan. Tujuannya adalah untuk memalingkan umat Islam dari permasalahan dan transformasi Dunia Islam dan Timur Tengah. Aksi permusuhan ini bukan kali yang pertama tapi lebih merupakan babak lain dari sebuah proses panjang permusuhan terhadap Islam yang dipimpin oleh kubu Zionisme dan rezim AS. Sekarang, semua pemimpin kubu arogansi dan ‘aimmatul kufr’ (para pemuka kekafiran) telah mengambil posisi berhadap-hadapan dengan Islam.

Islam adalah agama kebebasan dan spiritualitas manusia, sedangkan al-Qur’an adalah kitab rahmat, hikmah dan keadilan. Kewajiban yang saat ini dipikul oleh insan-insan yang mendambakan kebebasan di seluruh dunia dan para pengikut ajaran Nabi Ibrahim (as) adalah berdiri bersama dengan umat Islam untuk melawan aksi-aksi keji dengan modus seperti ini. Para pemimpin AS tidak bisa berlepas tangan begitu saja dengan hanya mengumbar kata-kata tipuan dan omong kosong lalu menyatakan tidak terlibat dalam tindakan keji itu.

Bertahun-tahun lamanya hak-hak dan kehormatan jutaan orang Islam yang tertindas dinistakan di Afghanistan, Pakistan, Irak, Lebanon dan Palestina. Ratusan ribu orang terbunuh. Puluhan ribu perempuan dan laki-laki Muslim ditahan dan disiksa. Ribuan wanita dan anak-anak menjadi korban penculikan. Jutaan orang cacat, terlantar dan kehilangan tempat tinggal. Untuk apa mereka dikorbankan? Mengapa dengan adanya fakta ini, media-media massa di Barat masih mengesankan umat Islam sebagai umat yang haus kekerasan, dan Islam serta al-Qur’an digambarkan sebagai bahaya yang mengancam kemanusiaan? Siapa yang bisa percaya bahwa konspirasi berskala luas ini bisa terjadi tanpa adanya bantuan dan campur tangan dari jaringan Zionisme yang berperanguh di pemerintahan AS?

Saudara dan saudari Muslim di Iran dan di seluruh dunia!
Saya merasa perlu untuk mengingatkan satu masalah kepada semua orang. Pertama, kejadian ini dan kejadian-kejadian sebelumnya membuktikan dengan jelas bahwa yang saat ini menjadi sasaran serangan sistem arogansi dunia adalah identitas Islam yang mulia dan kitab suci al-Qur’an. Keterbukaan kaum arogan dunia dalam memusuhi Republik Islam Iran disebabkan karena Iran yang Islami ini lantang dalam menentang arogansi. Mereka telah melakukan kebohongan besar dan penipuan syaitani saat mengaku tidak memusuhi Islam dan bangsa-bangsa Muslim yang lain. Mereka memusuhi Islam dan siapa saja yang komitmen dengan agama ini. Mereka memusuhi apa saja yang membawa identitas keislaman.

Kedua, rangkaian permusuhan terhadap Islam dan umat Muslim ini dipicu oleh fakta bahwa dalam beberapa dekade terakhir, cahaya Islam semakin berpijar dan pengaruhnya di dalam kalbu di tengah Dunia Islam bahkan Dunia Barat semakin besar. Permusuhan itu dipicu oleh kian sadarnya umat Islam untuk melepaskan belenggu imperialisme dan agresi kaum arogan yang selama dua dekade telah memasung mereka. Peristiwa pelecehan terhadap al-Qur’an dan penistaan terhadap Nabi Muhammad Saw memang pahit. Namun dengan segala kegetirannya, peristiwa ini membawa kabar gembira yang agung bahwa hari demi hari cahaya al-Qur’an akan semakin memancar dengan terang.

Ketiga, kita semua harus menyadari bahwa peristiwa yang baru saja terjadi ini tidak ada kaitannya dengan Gereja dan agama Kristen. Tindakan segelintir pendeta bodoh dan bayaran itu jangan dikaitkan dengan umat Kristen dan para pemuka agama itu. Sebagai umat Islam, kami tidak akan pernah melakukan tindakan penistaan yang sama terhadap kesucian agama-agama lain. Para penyusun konspirasi keji ini menghendaki terjadinya konflik umum antara umat Islam dan umat Kristen. Al-Qur’an justeru mengajarkan hal yang sebaliknya kepada kita.

Keempat, umat Islam seluruh dunia kini menuntut pemerintah AS dan para pemimpinnya, jika jujur dalam pengakuan yang menepis keterlibatan dalam aksi keji itu, mereka harus segera menindak dan menghukum para pelaku dan pemain asli dalam drama pelecehan besar ini yang telah melukai perasaan satu setengah miliar Muslim dengan hukuman yang setimpal.

??????? ??? ???? ???? ????????
Salam sejahtera atas hamba-hamba Allah yang saleh.

Sayyid Ali Khamenei
22 Shahrivar 1389 HS/ 13 September 2010

(DaTa/khamenei.ir)

No Response

Leave a reply "Pesan Tertulis Rahbar Terkait Pelecehan Terhadap Al-Qur’an"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.