REMAJA DAN PEMUDA HARAPAN BANGSA

“Bahwa Sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa oleh karena itu segala bentuk penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan….”

Mari berlindung kepada Allah yang Maha Rahman dan Rahim, Dia yang keagunganNya dan rahmatNya meliputi segala sesuatu.

Salam penghormatan kepada baginda Nabi dan Rasul Muhammad saaw dan Ahlulbaytnya yang suci, juga para sahabat yang setia pada beliau.

Para hadirin, adik-adik yang baik dan membanggakan!

Assalamu’alaikum wr.wb.

Khaifa halukum? How are you? Kados pundi wartosipun? bagaimana kabarnya? Kon bang wa!

Pemuda harapan Bangsa, Wawasan Kebangsaan & Nasionalisme, sungguh kata-kata yang indah terdengar dan amat saya sukai untuk dibahas.

Perkenankan Om…. membacakan Alinea pertama pembukaan UUD 1945 negara kita; “Bahwa Sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa oleh karena itu segala bentuk penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan….” alinea lanjutanya lihat di teks asli.

Siapa yang hafal teks pembukaan UUD Negara kita ini? Saya berpendapat, salah satu bentuk kecintaan pada negara kita adalah mengingat & menghafal alinea pembukaan UUD 1945 diatas dan mencoba mempelajari lagi implementasinya.

Salah satu pesan Ulama Islam Ayatullah Rohollah Imam Khomaini Almusawi juga memfatwakan berkaitan dengan pertahanan (difa’) bahwa setiap muslim wajib memelihara menjaga negaranya, contoh menjaga negara adalah mempertahankan Keutuhan bangsa kita dari serangan luar dan dalam.

Hayo siapa yang tahu pasal mana saja dalam UUD negara kita tentang bela negara? Kalau sudah coba ingat kalimat berikut; “Hubbul wathon minal Iman, Cinta pada tanah air adalah bagian dari Iman”.

Dengan melihat teks pembukaan UUD 1945 bisa dipahami bahwa para pendiri bangsa kita Indonesia tercinta menginginkan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa di dunia. Bangsa Palestina salah satu contoh bangsa yang terjajah. Sudahkah bangsa kita merdeka? Jawabnya sudah. Namun dalam hal-hal tertentu kita masih dijajah, untuk itu adik-adik sebagai generasi penerus bangsa mempunyai kewajiban untuk menjadikan bangsa kita Indonesia ini merdeka, mandiri & tidak bergantung total dengan pihak lain dalam bidang ekonomi, teknologi dan sains, sosial, politik, dan kebudayaan.

Dari sekian banyak kewajiban itu saya hanya ingin membangkitkan semangat adik–adik untuk lebih peduli terhadap bangsa dan negara kita ini melalui perbuatan yang nampak kecil namun akan berarti dan dimulai dari diri kita masing masing. Wahai kalian remaja kebanggaan bangsa Indonesia?!

Coba jawab pertanyaan berikut:

Lebih bangga mana menjadi penjual pulsa atau menjadi pembuat telepon genggam? Kalau gitu kita ini Penjual pulsa dan telepon genggam atau pembuatnya?

Lebih bangga mana, Bangsa yang bisa membuat mobil atau bangsa yang baru bisa buka usaha dealer/jual beli mobil? Kalau begitu bangsa kita harus lebih baik lagi.

Lebih mandiri mana, Negara yang mengekspor beras atau yang mengimpor beras karena kekurangan?

Lebih mandiri mana, negara pembuat kapal selam tercepat dengan yang tidak? Yang bikin pesawat apa yang hanya bisa naik pesawat?

Lebih tangguh mana, Negara yang punya 18 squadran tempur berisi peluru komplit dibanding dengan yang punya 2 squadran tempur dan pelurunya tidak komplit?

Negara kita bagaimana nih? Anak-anak Bangsa Indonesia harus lebih baik.

Kamu senang yang mana, mempunyai toilet yang bersih dan wangi apa toilet yang tidak bersih dan jorok? Toilet kita bagaimana? Di negara lain bagaimana? Setelah training nanti toilet kita harus bersih. Tidak boleh lagi ada toilet bau di rumah, sekolah dan tempat umum (ini salah satu perbuatan kecil yang nampak mudah, sepele namun berarti).

Kamu suka yang mana, halaman rumah yang selalu disapu atau yang tidak disapu? Kalau begitu sehabis training mari bantu orang tua bersihkan halaman (contoh ke-2 perbuatan kecil nampak sepele namun penuh arti).

Adik-adik suka rumah yang penuh sarang laba-laba atau rumah yang bersih? Rumah kita bagaimana? Habis training bantu orang tua bersihkan sarang laba-laba di rumah (contoh perbuatan ke-3).

Kamu pilih yang mana, Negara yang mempunyai hutan yang luas dan punya aneka ragam hewan dan tumbuhan atau pilih negara yang harus dengan susah payah membangun hutan, bahkan tanah saja sempit, lalu harus menguruk dengan beli pasir untuk menambah luas daratannya? Alhamdulillah kita punya Indonesia dengan potensi ini. Terus kenapa yang tidak punya sebanyak kita malah lebih maju? (contohnya Singapura).

Pilih yang mana; negara yang punya kandungan emas, perak, nikel, tembaga, minyak, tanah subur, atau negara yang tidak mempunyainya? Bila demikian bersyukurlah negara kita punya walau sudah menipis dan pengelolaanya belum maksimal.

Pilih lagi dik ya! Pilih bangsa yang mengelola sumber daya alamnya untuk rakyat semuanya apa bangsa yang mengelola SDA untuk golongan tertentu?

Alhamdulillah, UUD 1945 pasal ayat 33 di salah satu ayatnya berbunyi; “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. Kita do’akan pemimpin bangsa kita segera berpihak pada rakyat, nanti adik-adik banyak baca Do’a

keselamatan shohibuzzaman!, semakin banyak yang mengamalkan semakin banyak yang sadar akan perbaikan. Saya titip nanti kalau Anda jadi pejabat, jagalah amanah pasal 33 ini. Mulai sekarang kita latih dengan hal-hal mudah, kelihatan sepele, nampak tidak begitu berarti namun sangat penting.

Ini merupakan implementasi bela Negara & Bangsa dari dalam diri kita sendiri. Misalnya; menggunakan air secukupnya (c.p.4), tidak meracun ikan di sungai supaya generasi mendatang tetap bisa menikmatinya (c.p.5), tidak berburu hewan yang dilindungi supaya generasi yang akan datang ikut menikmati alam (c.p.6), menjaga tanaman durian/mangga supaya tidak ditebang sembarangan buat meubel (c.p.7), karena bisa kehabisan tanaman buah. Kalau buah langka menjadi mahal, harus impor, berarti tidak mandiri dan tidak merdeka. Perlu kita ketahui pada periode tahun 1990-an petani Thailand, Malaysia dan Vietnam banyak belajar bertani di sukoharjo, Karanganyar, dan Solo. Sekarang mereka sukses mengelola pertaniannya sedang kita bagaimana?

Adik-adik harapan bangsa pertanyaan selanjutnya, pilih yang manakah antara jalan yang kanan kirinya rimbun dan tidak banyak polusi atau jalan yang macet, panas dan banyak polusi? Kalau begitu sepanjang jalan dan perumahan kita harus teduh dan ditanami pohon. Kata teman saya Hasan yang pulang dari Singapura, di Singapura semua jalan rayanya teduh. Angkutan umum di kota ber-AC, tidak berisik, nyaman dan bersih. Pepohonan di sepanjang jalan sangat rimbun dan taman kota tersedia sangat banyak. Alhamdulillah the government of Indonesia has a program one man one tree (sak Uwong sak uwit). Di sepanjang jalan menuju Bandara Perth Australia juga penuh pohon indah (perjalanan om B.S.K , 4 Oktober 1997). Siapa yang sudah pernah menanam pohon? Baiklah nanti sebelum masuk sekolah di masa libur ini tanamlah pohon. Menanam pohon itu termasuk ibadah sedangkan menebang pohon yang sedang berbuah merupakan larangan agama.

Baiklah adik-adik tauladan remaja, apa kabar kalian! Masih kuat?!

Seorang ulama berkata: “Hadzihil marhalah hiya marhalatul a’mal wal ibti’a ‘anisyiaraat” artinya periode ini adalah periode amal (kerja keras) dan meninggalkan simbol-simbol/slogan.

“Nasihatilah manusia dengan perbuatanmu bukan dengan ucapanmu”. Saya memohon maaf dari nasihat ucapan ini seraya memohon do’a kalian agar kita bisa bersama-sama melaksanakanya.

Sebagai bagian dari rasa syukur dan bentuk pembelaan negara dari dalam kita sendiri, Saya mengajak kalian semua untuk mempelajari kekayaan Bangsa kita ini, lebih dari 17.504 pulau, lautan yang luas dengan aneka jenis ikan dan barang tambang, hutan yang luas dengan jutaan jenis tanaman, dengan milyaran spesies hewan, tanah yang banyak dan subur dengan berbagai potensi pertaniannya, gunung emas dan perak, ladang minyak yang menghampar, mempunyai lebih dari 500 bahasa dan banyak suku/etnis, kebudayaan yang adi luhung. (menurut pak As’ad Ali wakil kepala BIN dalam tulisannya di Jawa Pos, baru 3 ribu pulau yang dihuni, dengan jumlah penduduk 177 juta muslim, 23 juta agama lainya, dan 0,5 juta agama lokal (kepercayaan).

Coba kalian semua sejenak bersujud pada Allah dan membaca syukran lillah 7X.

(baca do’a syukur pada Allah dalam bahasa Indonesia, singgung kewajiban moral remaja dan pemuda terhadap nasib bangsanya, misalnya; ya Allah hamba bermohon padaMu melalui kesucian Nabi Muhammad dan keluarga Muhammad agar menjadi pemuda/mudi remaja harapan bangsa, yang membahagiakan orang tuanya, bersyukur padaMu setiap saat, mencoba mempunyai prestasi untuk kemajuan bangsa Indonesia, tidak terpengaruh budaya yang merusak moral, terpengaruh hanya budaya yang positip tentang kemajuan sains dan spiritual. Wahai pemilik hati dan yang bisa mengubah hati, ubahlah hati kami yang kotor menjadi bersih, ijinkan kami menjadi anak-anak yang rajin bangun pagi, salat tepat waktu, belajar rutin, memperhatikan kebersihan rumah, peduli kepada saudara, mempunyai sifat baik dan terpuji, tidak menyombongkan diri dan sayang pada sesama.

Wahai yang rahmatNya meliputi segala sesuatu, yang ampunanNya menyapa setiap makhluk, kami belum bisa bedo’a namun kami hanya menggumamkan keinginan, jadikan anak-anak di sini semuanya menjadi anak yang selalu bersyukur dan berterima kasih, menghargai orang tuanya, tidak bersikap kasar, suka berkata-kata baik dan menjadi pembela bangsa Indonesia tercinta ini, ya allah terima kasih ya Allah ampunilah….. ya Allah kabulkanlah…. shalli ‘ala muhammad wa ali muhammad).

Mudah-mudahan dengan syukur kalian ini nanti Allah SWT akan menambah nikmatNya kepada kita sebagaimana firmanya; “Barang siapa yang bersyukur akan Kutambah nikmatku dan yang ingkar sesungguhnya siksaKu amat pedih”.

Salah satu sabda suci mengatakan; “Tidak akan bersyukur orang yang tidak berterimakasih”. Saya mengucapkan terima kasih pada adik-adik yang telah berkenan menemani Om Bunari saat ini.

Untuk menambah pengetahuan tentang potensi Sumber daya Alam (natural resources) dan potensi manusia (human resources) silahkan kalian nanti banyak baca buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Geografi Indonesia dan dunia. Kalian juga bisa langsung turun ke sekitar lingkungan kehidupan kalian, gunung, hutan, sawah, untuk membaca langsung ke alam. Bila sudah pikirkan apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga dan mencintai bangsa dan negara kita ini. Mulai merenung bagaimana mungkin tanah pertanian sedemikian luas kok masih impor dari negara lain bagaimana? Apa peran yang bisa kalian ambil untuk mewujudkannya, dst.

Dari hasil pengamatan yang kalian lakukan akan ada inspirasi, naluri, panggilan hati yang terdalam untuk mewujudkan jawaban atas pertanyaan yang om Bunari ajukan tadi di atas. Misalnya memilih punya jalan yang rindang, memilih menjadi bangsa yang mandiri, memilih tidak bergantung dengan bangsa lain dan seterusnya. Jawaban keinginan bersama ini akan bisa kita laksanakan dengan memulai dari yang kecil, dari diri kita, yang mudah dan dari sesuatu yang nampak remeh namun akan menyebar ke

setiap insan di negeri tercinta Indonesia ini. Bila kesadaran akan berbangsa dan bernegara ini timbul dari kalian, rasa optimisme untuk lebih baik menghinggapi benak setiap warga Negara ini maka perbaikan Bangsa kita ini akan terus terwujud, Insyaallah.

Bihaqi Muhammad wa ali Muhammad sholli ‘ala muhammmad wa ali Muhammad.

Allohumma ahya muhammadi wa ali Muhammad wamaata muhammadin wa ali Muhammad. Amin

Untuk mengetahui apakah kita termasuk Generasi, Remaja & Pemuda harapan bangsa saya sampaikan tiga ciri utamanya; Genersi muda harapan Bangsa mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1. Mempunyai kemampuan di bidang Ilmu pengetahuan, baik umum maupun spesialis. Ilmu adalah sesuatu yang keberadaanya adalah cahaya dan ketiadaanya adalah kegelapan. Ilmu yang merupakan salah satu sifat asma Allah SWT, Ia pegangan laksana tongkat baginya, dengannya ia membekali dirinya untuk menghadapi tantangan, Perkembangan paradigma dan kesalahan berfikir. Adik-adik bisa mendapatkan melalui belajar baik yang formal atau tidak formal.

Seorang remaja & pemuda harapan bangsa harus menjadikan ilmu sebagai makanan keseharianya, ia tidak boleh meninggalkan kesinambungan menuntut dan menambah ilmu sepanjang masa, di mana pun ia berada. Sehingga generasi remaja & pemuda harapan bangsa akan memiliki kelebihan atas yang lainya, sebagaimana firman Allah swt; Qul hal yastawil ladziyna ya’lamunna walladziina laa ya’lamun.

2. Memiliki Kesempurnaan akhlaq. Kita tahu bahwa diutusnya Nabi agung Muhammad saw adalah untuk menyempurnakan akhlaq manusia. Salah satu bentuk akhlaq yang mulia adalah interaksi yang baik, menyayangi sesama, santun, saling menghormati dengan setiap kalangan, baik sesama madzab, sesama agama maupun tidak.

Imam Ali Amirul mukminin as bersabda; “Akhunlaka fiddiin aw syabiihun laka fil khalqi”. Saudaramu itu ada dua macam; Saudara sesama agama dan sesama manusia. Beliau suatu saat mempraktikkan dalam sebuah perjalanan dengan banyak orang yang berbeda agama, sangat baik dan menghormati yang lainya, sehingga mereka tidak mengenal beliau apakah beliau seorang muslim atau bukan?

3. Karakter ketiga Generasi Remaja & Pemuda yang bisa menjaga Negara & Bangsa dari serangan luar dan dalam adalah adalah memiliki Kesucian Jiwa

Kesucian jiwa terwujud bila pemuda & remaja sudah melaksanakkan karakter pertama dan kedua. Dengan berilmu dan berakhlaq mulia hati dan jiwa kita akan bersih laksana cermin. Cermin yang bersih akan memantulkan cahaya ajaran Allah SWT melalui para nabi, Imam maksum dan ulama pewarisnya. Sehingga akan bisa menerangi masyarakat dan pemuda/pemudi lainya. Dengan melaksanakan tiga ciri di atas kalian pantas disebut sebagai Remaja dan Pemuda berwawasan kebangsaan dan cinta tanah air.

Bila demikian tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan pengaruh negatif dari dunia luar, dan Insaallah negara ini akan kuat, bila negara kuat maka tak ada satu negara pun yang berani sembarangan dengan Bangsa dan negara kita, sehingga posisi kita kuat dan bisa melindungi yang lemah. Insallah, amin.

Memohon maaf atas semua kesalahan wassalamu’alaikum wr.wb.

Tambahan:

Serangan dari luar yang perlu diwaspadai adalah masuknya Film impor dan minuman, obat-obat terlarang yang menjauhkan generasi muda dari agamanya, membuatnya idiot dan tidak bisa bepikir logis. Membanjirnya informasi-informasi yang melemahkan semangat juang, pesimis, dan informasi yang sudah dipesan Negara penjajah.

*Materi Training Darul Taqrib 2010)

(Darut Taqrib/B.S. Kartodiharjo/sa)